News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi
"2017, Pengguna Panggilan Video Meroket"
Rabu,2013-02-06,13:43:34
(IANnews.id) "
(IANNnews) Jakarta - Jumlah pengguna layanan video panggilan (video calling) melalui perangkat mobile diramalkan tumbuh pesat hingga empat kali lipat, atau menembus angka 160 juta pengguna pada 2017.
Menurut studi yang dirilis Juniper Research, seperti dilansir Cellular News, Rabu 6 Februari 2013, peningkatan tersebut didorong sejumlah improvisasi, baik dari tampilan antarmuka perangkat yang digunakan dan teknologi yang mendukung.
Sejumlah iklan dengan wajah baru telah muncul di pasar layanan panggilan video. Namun, untuk menggenjot pendapatan lebih besar lagi, tetap menjadi tantangan utama bagi para penyedia layanan.
Dalam laporan itu dikatakan, pengiklan seluler belum menggali potensi layanan panggilan video ini dengan sungguh-sungguh.
""Iklan di perangkat bergerak (mobile advertising) akan meledak, tapi modelnya masih perlu penyesuaian, terutama kontribusinya terhadap pendapatan penyedia layanan,"" kata Anthony Cox, salah satu penulis Juniper Research.
Meski demikian, sejumlah pemain kunci di arena layanan panggilan video mobile baru-baru ini menerima dana tambahan dari investor atau pendukung mereka. Seperti Skype yang terus mesra bersama Microsoft. Hal ini mengindikasikan secara implisit bahwa para pemain mulai mengubah strategi bisnis mereka.
Kedatangan akses 4G, generasi akses data nirkabel berikutnya setelah 3G, akan memberikan stimulan bagi perkembangan mobile Voice over Internet Protocol (VoIP), platform untuk layanan panggilan video di perangkat mobile. Namun, hal ini berdampak pada merosotnya pendapatan layanan suara (voice). "
Menurut studi yang dirilis Juniper Research, seperti dilansir Cellular News, Rabu 6 Februari 2013, peningkatan tersebut didorong sejumlah improvisasi, baik dari tampilan antarmuka perangkat yang digunakan dan teknologi yang mendukung.
Sejumlah iklan dengan wajah baru telah muncul di pasar layanan panggilan video. Namun, untuk menggenjot pendapatan lebih besar lagi, tetap menjadi tantangan utama bagi para penyedia layanan.
Dalam laporan itu dikatakan, pengiklan seluler belum menggali potensi layanan panggilan video ini dengan sungguh-sungguh.
""Iklan di perangkat bergerak (mobile advertising) akan meledak, tapi modelnya masih perlu penyesuaian, terutama kontribusinya terhadap pendapatan penyedia layanan,"" kata Anthony Cox, salah satu penulis Juniper Research.
Meski demikian, sejumlah pemain kunci di arena layanan panggilan video mobile baru-baru ini menerima dana tambahan dari investor atau pendukung mereka. Seperti Skype yang terus mesra bersama Microsoft. Hal ini mengindikasikan secara implisit bahwa para pemain mulai mengubah strategi bisnis mereka.
Kedatangan akses 4G, generasi akses data nirkabel berikutnya setelah 3G, akan memberikan stimulan bagi perkembangan mobile Voice over Internet Protocol (VoIP), platform untuk layanan panggilan video di perangkat mobile. Namun, hal ini berdampak pada merosotnya pendapatan layanan suara (voice). "
- 1Toyota Akhirnya Pamer C-HR, Si Penantang Honda HR-V
- 2Lulusan SD Ini Raih Puluhan Juta dari Jual Boneka
- 3Ancaman Serangan Militer Suriah Dorong Harga Emas Naik
- 4Istaka Yakin Jalan Layang Casablanca Rampung Oktober
- 5Harga Minyak Jatuh Karena Kekhawatiran atas Suriah Berkurang
- 6Upah Minimum 2014 Mengacu Dewan Pengupahan





