News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi

(IANnews.id) "
(IANNnews) Malawi - Pemerintah Malawi tengah melancarkan program memerangi kelaparan yang diderita satu juta rakyatnya. Dana dari program itu dari hasil menjual pesawat jet kepresidenan senilai US$15 juta. Puluhan mobil mewah para menteri juga harus dijual untuk mendukung program itu.
""Dana yang didapat dari penjualan jet presiden akan digunakan membeli jagung lokal untuk memberi makan rakyat yang menderita. Sebagian lagi digunakan untuk membeli bibit kacang-kacangan,"" kata juru bicara Departemen Keuangan Malawi, Nations Msowoy, seperti dilansir Reuters, Kamis 5 September 2013.
Penjualan pesawat ke perusahaan Virgin Islands, Bohnox Enterprise telah diumumkan Mei lalu. Jet mewah itu memang cukup menguras kas negara, Sebab, biaya pemeliharaan dan asuransinya mencapai US$ 300.000 per tahun.
Presiden Joyce Banda, pengganti Mutharika yang meninggal karena serangan jantung pada April 2012 lalu, menjadikan penjualan pesawat sebagai prioritas kebijakan saat memperbaiki kebijakan pendahulunya.
Dana tersebut bisa memberi makan 1,46 juta orang sampai akhir Maret mendatang. Jumlah tersebut merupakan data yang tercatat Komite PBB sebagai rakyat yang kekurangan pangan.
Langkah lain yang diambil Presiden Banda adalah penghematan. Dia memotong gajinya sendiri sebesar 30 persen dan berjanji untuk menjual 35 mobil Mercedes Benz yang digunakan para menterinya.
Pemerintah Malawi sempat membuat berang negara-negara donatur Barat, yang biasanya menyumbang 40 persen dari anggaran, ketika Presiden Bingu wan Mutharika membeli 14 pesawat penumpang Dassault Falcon 900EX lansiran 2009. "
""Dana yang didapat dari penjualan jet presiden akan digunakan membeli jagung lokal untuk memberi makan rakyat yang menderita. Sebagian lagi digunakan untuk membeli bibit kacang-kacangan,"" kata juru bicara Departemen Keuangan Malawi, Nations Msowoy, seperti dilansir Reuters, Kamis 5 September 2013.
Penjualan pesawat ke perusahaan Virgin Islands, Bohnox Enterprise telah diumumkan Mei lalu. Jet mewah itu memang cukup menguras kas negara, Sebab, biaya pemeliharaan dan asuransinya mencapai US$ 300.000 per tahun.
Presiden Joyce Banda, pengganti Mutharika yang meninggal karena serangan jantung pada April 2012 lalu, menjadikan penjualan pesawat sebagai prioritas kebijakan saat memperbaiki kebijakan pendahulunya.
Dana tersebut bisa memberi makan 1,46 juta orang sampai akhir Maret mendatang. Jumlah tersebut merupakan data yang tercatat Komite PBB sebagai rakyat yang kekurangan pangan.
Langkah lain yang diambil Presiden Banda adalah penghematan. Dia memotong gajinya sendiri sebesar 30 persen dan berjanji untuk menjual 35 mobil Mercedes Benz yang digunakan para menterinya.
Pemerintah Malawi sempat membuat berang negara-negara donatur Barat, yang biasanya menyumbang 40 persen dari anggaran, ketika Presiden Bingu wan Mutharika membeli 14 pesawat penumpang Dassault Falcon 900EX lansiran 2009. "
- 1Kasus Covid-19 Pertama, Masyarakat Jangan Panik
- 2Langit Uni Eropa Haram Diterbangi Boeing 737 Max 8
- 3Emas turun setelah ketegangan AS-Korut berkurang
- 4Satu anak panda mati di kebun binatang nasional di washington:
- 5UNICEF: 1,8 juta anak kekurangan gizi di Yaman
- 6Pengadilan perintahkan Belanda percepat penurunan emisi





