News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi

(IANnews.id) "
(IANNnews) Suriah - Pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Seyyed Ali Khamenei kembali mengingatkan Amerika Serikat untuk tidak melancarkan aksi militer ke Suriah. Dikatakan Khamenei, Washington pastinya akan membayar dari tindakan seperti itu.
""Kami yakin bahwa Amerika sedang melakukan kebodohan dan kesalahan di Suriah dan oleh karenanya akan mengalami pukulan dan tentunya menderita,"" cetus Khamenei seperti dilansir media Iran, Press TV, Jumat (6/9/2013).
Menurut pemimpin revolusi Islam Iran itu, tujuan utama arogansi global adalah mendominasi Timur Tengah, dengan ""Israel berada di atas pelana, menguasai semuanya"".
""Tujuan isu-isu terakhir mengenai Suriah, yang dimulai dengan dalih senjata kimia adalah juga sama. Namun Amerika mencoba lewat retorika dan manipulasi kata untuk berpura-pura bahwa mereka masuk ke isu tersebut karena tujuan kemanusiaan,"" tutur Khamenei.
Menurut Khamenei, para politisi AS sebenarnya sama sekali tidak peduli akan masalah kemanusiaan.
""Amerika membuat klaim-klaim kemanusiaan di saat rekam jejak mereka termasuk kekejaman di penjara Guantanamo dan Abu Ghraib, kebisuan atas penggunaan senjata kimia Saddam di Halabja dan kota-kota Iran, serta pembantaian rakyat tak bersalah Afghanistan, Pakistan dan Irak,"" cetus Khamenei.
Retorika perang terhadap Suriah kian gencar setelah oposisi Suriah menuding pasukan rezim Presiden Bashar al-Assad melakukan serangan kimia di basis-basis pemberontak dekat Damaskus. Oposisi menyebut, lebih dari 1.300 orang tewas dalam serangan kimia pada 21 Agustus tersebut.
Tuduhan ini berulang kali dibantah rezim Assad. Pemerintah Suriah balik menuding bahwa para pemberontaklah yang bertanggung jawab atas serangan kimia itu. Tujuannya, untuk mendorong aksi militer internasional terhadap rezim Assad."
""Kami yakin bahwa Amerika sedang melakukan kebodohan dan kesalahan di Suriah dan oleh karenanya akan mengalami pukulan dan tentunya menderita,"" cetus Khamenei seperti dilansir media Iran, Press TV, Jumat (6/9/2013).
Menurut pemimpin revolusi Islam Iran itu, tujuan utama arogansi global adalah mendominasi Timur Tengah, dengan ""Israel berada di atas pelana, menguasai semuanya"".
""Tujuan isu-isu terakhir mengenai Suriah, yang dimulai dengan dalih senjata kimia adalah juga sama. Namun Amerika mencoba lewat retorika dan manipulasi kata untuk berpura-pura bahwa mereka masuk ke isu tersebut karena tujuan kemanusiaan,"" tutur Khamenei.
Menurut Khamenei, para politisi AS sebenarnya sama sekali tidak peduli akan masalah kemanusiaan.
""Amerika membuat klaim-klaim kemanusiaan di saat rekam jejak mereka termasuk kekejaman di penjara Guantanamo dan Abu Ghraib, kebisuan atas penggunaan senjata kimia Saddam di Halabja dan kota-kota Iran, serta pembantaian rakyat tak bersalah Afghanistan, Pakistan dan Irak,"" cetus Khamenei.
Retorika perang terhadap Suriah kian gencar setelah oposisi Suriah menuding pasukan rezim Presiden Bashar al-Assad melakukan serangan kimia di basis-basis pemberontak dekat Damaskus. Oposisi menyebut, lebih dari 1.300 orang tewas dalam serangan kimia pada 21 Agustus tersebut.
Tuduhan ini berulang kali dibantah rezim Assad. Pemerintah Suriah balik menuding bahwa para pemberontaklah yang bertanggung jawab atas serangan kimia itu. Tujuannya, untuk mendorong aksi militer internasional terhadap rezim Assad."
- 1Kasus Covid-19 Pertama, Masyarakat Jangan Panik
- 2Langit Uni Eropa Haram Diterbangi Boeing 737 Max 8
- 3Emas turun setelah ketegangan AS-Korut berkurang
- 4Satu anak panda mati di kebun binatang nasional di washington:
- 5UNICEF: 1,8 juta anak kekurangan gizi di Yaman
- 6Pengadilan perintahkan Belanda percepat penurunan emisi





