News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi

(IANnews.id) "
(IANNnews) PBB, New York - Sebanyak 34 orang tewas akibat banjir besar di Ibu Kota Mali, Bamako, demikian keterangan dari Kantor bagi Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA), kantor bantuan PBB.
Bamako telah terkena dampak banjir besar, yang diakibatkan oleh hujan lebat dan sistem pembuangan yang buruk, kata Juru Bicara PBB Martin Nesirky dalam taklimat harian di Markas PBB, New York, dengan mengutip sumber di OCHA.
Ribuan orang telah meninggalkan tempat tinggal mereka akibat banjir parah, kata Nesirky.
""Ratusan keluarga meninggalkan tempat tinggal mereka dan telah ditampung sementara di gedung sekolah sementara ratusan orang telah mengungsi ke rumah keluarga mereka,"" kata juru bicara itu sebagaimana dilaporkan Xinhua.
OCHA telah memainkan peran aktif dalam pengiriman bantuan, sarana kesehatan dan produks kesehatan, serta barang kebutuhan rumah tangga kepada departemen terkait pemerintah di negeri itu untuk membantu keluarga yang menjadi korban banjir, kata Nesirky.
"
Bamako telah terkena dampak banjir besar, yang diakibatkan oleh hujan lebat dan sistem pembuangan yang buruk, kata Juru Bicara PBB Martin Nesirky dalam taklimat harian di Markas PBB, New York, dengan mengutip sumber di OCHA.
Ribuan orang telah meninggalkan tempat tinggal mereka akibat banjir parah, kata Nesirky.
""Ratusan keluarga meninggalkan tempat tinggal mereka dan telah ditampung sementara di gedung sekolah sementara ratusan orang telah mengungsi ke rumah keluarga mereka,"" kata juru bicara itu sebagaimana dilaporkan Xinhua.
OCHA telah memainkan peran aktif dalam pengiriman bantuan, sarana kesehatan dan produks kesehatan, serta barang kebutuhan rumah tangga kepada departemen terkait pemerintah di negeri itu untuk membantu keluarga yang menjadi korban banjir, kata Nesirky.
"
- 1Kasus Covid-19 Pertama, Masyarakat Jangan Panik
- 2Langit Uni Eropa Haram Diterbangi Boeing 737 Max 8
- 3Emas turun setelah ketegangan AS-Korut berkurang
- 4Satu anak panda mati di kebun binatang nasional di washington:
- 5UNICEF: 1,8 juta anak kekurangan gizi di Yaman
- 6Pengadilan perintahkan Belanda percepat penurunan emisi





