News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi

Banjir menggenangi jalan Jakarta
(IANnews.id) (IANNnews) Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, mengatakan bahwa ada 800 saluran penghubung di DKI yang diduduki oleh bangunan liar. Akibatnya, drainase di Jakarta menjadi buruk dan menimbulkan banjir saat hujan datang.
Ahok --sapaan Basuki-- berjanji akan melakukan penertiban bangunan liar tersebut. Tujuannya tidak lain agar Jakarta bebas dari genangan dan banjir.
"Makanya kita mesti garuk semua," kata Ahok di Balai Kota Jakarta, Jumat, 28 Februari 2014.
Ahok menuturkan, untuk menggusur semua bangunan liar yang ada di saluran penghubung itu memang sulit karena harus menyiapkan banyak rumah susun. Hal ini belum bisa terwujud lantaran masih terbatasnya lahan di Jakarta.
"Kami harus bangun rumah susun kan untuk pindahinnya. Kami harus nunggu," katanya.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta, Manggas Rudy Siahaan, menuturkan bahwa salah satu penyebab meluapnya air ke jalan di depan Istana Negara pada tanggal 5 Februari 2014 yang lalu adalah tersumbatnya saluran penghubung yang mengalirkan air tersebut ke Kali Cideng.
Kata Manggas, salah satu penyebab tersumbatnya saluran penghubung itu karena saluran tersebut berada tepat di pemukiman warga sehingga banyak warga yang membuang sampah ke saluran tersebut.
"Sudah kami cek ada genangan di Medan Merdeka Barat dan Merdeka Utara. Itu larinya air ke saluran penghubung Abdul Muis dan ke Kali Cideng. Itu lagi kita cek mungkin ada sumbatan-sumbatan yang terjadi dari mulut air maupun saluran penghubung Abdul Muis itu," kata Manggas pada saat itu.
Manggas mengklaim, saat kejadian itu Kali Cideng yang menjadi aliran air dari istana tidak bermasalah dan sudah dilakukan pengerukan. Hanya saja, ketika akan masuk ke Kali Cideng, air sempat terhambat di saluran penghubung. Ditambah lagi dengan volume air yang sangat banyak.
Ahok --sapaan Basuki-- berjanji akan melakukan penertiban bangunan liar tersebut. Tujuannya tidak lain agar Jakarta bebas dari genangan dan banjir.
"Makanya kita mesti garuk semua," kata Ahok di Balai Kota Jakarta, Jumat, 28 Februari 2014.
Ahok menuturkan, untuk menggusur semua bangunan liar yang ada di saluran penghubung itu memang sulit karena harus menyiapkan banyak rumah susun. Hal ini belum bisa terwujud lantaran masih terbatasnya lahan di Jakarta.
"Kami harus bangun rumah susun kan untuk pindahinnya. Kami harus nunggu," katanya.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta, Manggas Rudy Siahaan, menuturkan bahwa salah satu penyebab meluapnya air ke jalan di depan Istana Negara pada tanggal 5 Februari 2014 yang lalu adalah tersumbatnya saluran penghubung yang mengalirkan air tersebut ke Kali Cideng.
Kata Manggas, salah satu penyebab tersumbatnya saluran penghubung itu karena saluran tersebut berada tepat di pemukiman warga sehingga banyak warga yang membuang sampah ke saluran tersebut.
"Sudah kami cek ada genangan di Medan Merdeka Barat dan Merdeka Utara. Itu larinya air ke saluran penghubung Abdul Muis dan ke Kali Cideng. Itu lagi kita cek mungkin ada sumbatan-sumbatan yang terjadi dari mulut air maupun saluran penghubung Abdul Muis itu," kata Manggas pada saat itu.
Manggas mengklaim, saat kejadian itu Kali Cideng yang menjadi aliran air dari istana tidak bermasalah dan sudah dilakukan pengerukan. Hanya saja, ketika akan masuk ke Kali Cideng, air sempat terhambat di saluran penghubung. Ditambah lagi dengan volume air yang sangat banyak.
- 1Sekolah Indonesia di Kuala Lumpur doa bersama jelang UN
- 2Festival "kue bulan" hadir di Jakarta
- 3BI: masyarakat jangan panik berlebihan terhadap pelemahan rupiah
- 4Pemprov DKI suntik modal Jakpro Rp7,7 triliun
- 5PT MRT: mesin bor terowongan tiba di Jakarta
- 6Sys NS sarankan SBY berkiprah di tingkat internasional





