Indonesia Archipelago National Network - IANNnews.com

National



Perguruan Tinggi di Lamongan Racik Hand Sanitizer Berbahan Serai

Kamis,2020-03-26,14:08:37
(IANnews.id)
Iannews-Jakarta. Hand sanitizer menjadi barang langka sejak merebaknya virus corona. Merespon situasi ini, mahasiswa dan staf pengajar perguruan tinggi di Lamongan berkreasi dengan membuat hand sanitizer berbahan serai atau sereh.
Mahasiswa dan dosen yang berkreasi dengan daun serai untuk dijadikan hand sanitizer itu adalah dosen dan mahasiswa Program Studi (Prodi) Kesehatan Lingkungan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Islam Lamongan (Unisla). Mereka menyebut hand sanitizer itu dengan nama Harbatis.

"Bahannya adalah minyak atsiri serai yang didapat dari penyulingan serai, alkohol dan klorin," kata Kepala Prodi Kesehatan Lingkungan Unisla Gading Wilda Aniriani saat berbincang dengan wartawan, Kamis (26/3/2020).

Proses pembuatan hand sanitizer serai ini, menurut Gading, bisa dibilang cukup mudah. Yakni, dimulai dengan mengambil minyak atsiri yang terkandung di dalam batang serai dengan cara disuling atau destilasi. Caranya, lanjut Gading, satu kg serai direbus dengan 5 liter aquades atau air murni yang hanya memiliki unsur H2O saja.

"Air rebusan serai selanjutnya didestilasi atau disuling. Hasilnya adalah kita bisa dapatkan minyak atsiri," terang Gading.

Setelah mendapat minyak atsiri, papar Gading, proses selanjutnya adalah menyiapkan bahan lainnya, yaitu alkohol 70 persen serta klorin. Tiga bahan ini, imbuh Gading, diracik dengan persentase 80 persen alkohol, 15 persen minyak atsiri serai dan

Gading yang berbincang sambil mempraktekkan cara pembuatan hand sanitizer ini menambahkan, hand sanitizer yang dibuat di laboratorium Kesehatan Lingkungan Unisla ini sedikit berbeda dengan hand sanitizer yang dijual di pasaran karena mereka menambahkan klorin.

"Takaran racikan hand sanitizer ini berdasarkan ketentuan dari organisasi kesehatan dunia atau World Health Organization (WHO). Kenapa klorin-nya 5 persen, karena kita mengikuti standar dari WHO, yang aman untuk kulit," tandasnya.

Gading menambahkan, kebanyakan hand sanitizer yang beredar saat ini hanya mengandung alkohol 70 persen yang ditambahkan aloe vera dan wangi-wangian beguti. Nah mereka menambahkan klorin untuk membunuh virus.

"Bakteri sudah bisa mati dengan alkohol 70 persen saja sudah mati, namun kalau virus tidak. Karena virus memiliki kapsul protein yang di dalamnya ada material genetik yaitu DNA dan RNA, dan itu bisa hancur karena adanya klorin, sehingga kita tambahkan klorin," ungkap Gading.

Sementara Rektor Unisla Bambang Eko Muljono mengatakan, hand sanitizer buatan Prodi Kesehatan Lingkungan Unisla ini telah melewati uji laboratorium dan mampu bertahan selama 2 tahun. Meski demikian, Bambang menyebut hand sanitizer itu untuk sementara hanya diproduksi untuk internal Unisla.

"Kami berharap Herbatis ini bisa membantu masyarakat untuk mewaspadai berkembangnya virus corona, karena tanpa bantuan masyarakat, pemerintah akan sulit, karena kondisi geografis kita yang begitu luas," pungkasnya.
Lihat Juga Lowongan Kerja Terbaru:
Staff Accounting Confidential Company
Sales Executive (Bali) PT Rajawali Hiyoto
Sales Associate (SPG/SPB) Wilayah JABODETABEK PT Home Credit Indonesia
jobs-to-success
GFS
REAFO
REAFO