News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi
"Peserta Pemilu Yang Kalah Tidak Perlu Ngamuk"
Selasa,2014-04-01,09:17:55

(IANnews.id) (IANNnews) Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengajak semua pihakdalam pemilu legislatif dan pemilihan presiden untuk sama-sama menjaga agar tidak ada tindakan anarkis selama penyelenggaraan kegiatan tersebut.
"Peserta pemilu legislatif dan pemilu presiden harus siap menang, siap kalah. Yang menang bertenggang rasa yang kalah tidak perlu ngamuk," kata Presiden dalam akun twitternya @SBYudhyono, Selasa.
Presiden mengatakan pengalaman penyelenggaran pemilihan presiden 1999 dan sejumlah pilkada langsung, yang tadinya berjalan damai tiba-tiba menjadi anarkis.
"Kita harus mencegahnya," kata Presiden.
Presiden juga mengingatkan penyelenggara pemilu, badan pengawas dan juga kepolisian serta masyarakat perlu aktif mencegah kecurangan pemilu.
"Banyak yang bilang ada intimidasi dan paksaan dari sejumlah pejabat daerah. Panwaslu harus aktif untuk mengawasi dan mencegahnya. Ada yang curiga institusi intelejen bermain. Silahkan jajaran Bawaslu dan masyarakat luas awasi. Lebih baik begitu," tegasnya.
Presiden mengajak semua pihak bila mencurigai ada peluang kecurangan maka menggunakan saluran pengaduan dan pengawasan yang ada.
"Mari kita gunakan cara demokratis yang diatur undang-undang," katanya.
"Polri dan aparat keamanan lainnya harus bekerja penuh- sebelum, selama dan setelah pemungutan suara - untuk pastikan pemilu tertib dan aman," kata Presiden.
Kepala negara menambahkan,"jaga netralitas TNI dan Polri, tidak boleh tergoda kekuasaan. Selama berstatus aktif, TNI dan Polri harus tetap lurus tidak berpolitik."
"Peserta pemilu legislatif dan pemilu presiden harus siap menang, siap kalah. Yang menang bertenggang rasa yang kalah tidak perlu ngamuk," kata Presiden dalam akun twitternya @SBYudhyono, Selasa.
Presiden mengatakan pengalaman penyelenggaran pemilihan presiden 1999 dan sejumlah pilkada langsung, yang tadinya berjalan damai tiba-tiba menjadi anarkis.
"Kita harus mencegahnya," kata Presiden.
Presiden juga mengingatkan penyelenggara pemilu, badan pengawas dan juga kepolisian serta masyarakat perlu aktif mencegah kecurangan pemilu.
"Banyak yang bilang ada intimidasi dan paksaan dari sejumlah pejabat daerah. Panwaslu harus aktif untuk mengawasi dan mencegahnya. Ada yang curiga institusi intelejen bermain. Silahkan jajaran Bawaslu dan masyarakat luas awasi. Lebih baik begitu," tegasnya.
Presiden mengajak semua pihak bila mencurigai ada peluang kecurangan maka menggunakan saluran pengaduan dan pengawasan yang ada.
"Mari kita gunakan cara demokratis yang diatur undang-undang," katanya.
"Polri dan aparat keamanan lainnya harus bekerja penuh- sebelum, selama dan setelah pemungutan suara - untuk pastikan pemilu tertib dan aman," kata Presiden.
Kepala negara menambahkan,"jaga netralitas TNI dan Polri, tidak boleh tergoda kekuasaan. Selama berstatus aktif, TNI dan Polri harus tetap lurus tidak berpolitik."
- 1Toyota Akhirnya Pamer C-HR, Si Penantang Honda HR-V
- 2Lulusan SD Ini Raih Puluhan Juta dari Jual Boneka
- 3Ancaman Serangan Militer Suriah Dorong Harga Emas Naik
- 4Istaka Yakin Jalan Layang Casablanca Rampung Oktober
- 5Harga Minyak Jatuh Karena Kekhawatiran atas Suriah Berkurang
- 6Upah Minimum 2014 Mengacu Dewan Pengupahan





