News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi

Wiranto (kiri)- Hary Tanoesoedibjo (kanan)
(IANnews.id) Jakarta - Partai Hanura merasa percaya diri untuk mengusung pasangan Wiranto- Hary Tanoesoesibjo (Win-HT) sebagai capres dan cawapres di Pemilu 2014. Ketua Umum Hanura Wiranto mengatakan, partainya tidak menutup kemungkinan untuk berkoalisi.
Kendati demikian, ia masih belum terpikir untuk bergabung dengan parpol lain untuk mendukung pasangan Win-HT. Pasalnya, komitmen Hanura adalah ingin agar koalisi itu tidak berorientasi kepada kekuasaan belaka.
"Hanura tidak menafikan koalisi setelah Pileg. Tapi, orientasi pasangan Win-HT ini bukan pembagiaan kekuasan dan pembagian jabatan menteri, tapi koalisi untuk membentuk kepemimpinan baru yang kuat," kata Wiranto di Bandara Halim Perdanakusuma, Rabu (26/3).
Menurut dia, duet Win-HT menawarkan gagasan baru demi pemerintahan Indonesia yang lebih baik. Karena itu, Hanura sukses mendobrak primordialisme yang masih berkembang di masyarakat. Dikotomi minoritas dan mayoritas, sipil dan militer diterobos Hanura demi mewadahi suatu model perbedaan.
Tidak mengherankan, ia mau berpasangan dengan Hary Tanoesoedibjo yang berlatar belakang etnis Tionghoa. Dia mengklaim, pasangan capres dan cawapres yang disokong Hanura untuk sementara ini paling ideal merepresentasikan keadaan bangsa ini.
"Kebersamaan ini adalah bentuk sinergi untuk membangun negeri sebagai bentuk penyatuan keberagaman dan persatuan bhinneka tunggal ika," kata mantan panglima ABRI itu."Setelah merdeka selama 69 tahun, model penyatuan Win-HT ini menunjukkan kesempatan bahwa minoritas diberi kesempatan memimpin negeri ini."
Kendati demikian, ia masih belum terpikir untuk bergabung dengan parpol lain untuk mendukung pasangan Win-HT. Pasalnya, komitmen Hanura adalah ingin agar koalisi itu tidak berorientasi kepada kekuasaan belaka.
"Hanura tidak menafikan koalisi setelah Pileg. Tapi, orientasi pasangan Win-HT ini bukan pembagiaan kekuasan dan pembagian jabatan menteri, tapi koalisi untuk membentuk kepemimpinan baru yang kuat," kata Wiranto di Bandara Halim Perdanakusuma, Rabu (26/3).
Menurut dia, duet Win-HT menawarkan gagasan baru demi pemerintahan Indonesia yang lebih baik. Karena itu, Hanura sukses mendobrak primordialisme yang masih berkembang di masyarakat. Dikotomi minoritas dan mayoritas, sipil dan militer diterobos Hanura demi mewadahi suatu model perbedaan.
Tidak mengherankan, ia mau berpasangan dengan Hary Tanoesoedibjo yang berlatar belakang etnis Tionghoa. Dia mengklaim, pasangan capres dan cawapres yang disokong Hanura untuk sementara ini paling ideal merepresentasikan keadaan bangsa ini.
"Kebersamaan ini adalah bentuk sinergi untuk membangun negeri sebagai bentuk penyatuan keberagaman dan persatuan bhinneka tunggal ika," kata mantan panglima ABRI itu."Setelah merdeka selama 69 tahun, model penyatuan Win-HT ini menunjukkan kesempatan bahwa minoritas diberi kesempatan memimpin negeri ini."
Berita Terkait
- 1Sekolah Indonesia di Kuala Lumpur doa bersama jelang UN
- 2Festival "kue bulan" hadir di Jakarta
- 3BI: masyarakat jangan panik berlebihan terhadap pelemahan rupiah
- 4Pemprov DKI suntik modal Jakpro Rp7,7 triliun
- 5PT MRT: mesin bor terowongan tiba di Jakarta
- 6Sys NS sarankan SBY berkiprah di tingkat internasional





