News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi

TKP Kecelakaan (foto ilustrasi)
(IANnews.id) Jakarta - Penyidik Kepolisian Resor Jakarta Timur masih mendalami kasus kecelakaan yang menimpa Anggota Suku Dinas Perhubungan Jakarta Timur, Edy Surahmat (45), Kamis pagi, 3 April 2014. Berdasarkan hasil penyidikan, kecelakaan maut tersebut terjadi karena out of control.
"Pengemudi sepeda motor (anggota dishub-red) ini diduga kurang hati-hati dan kurang konsentrasi saat mengemudikan sepeda motornya," ujar Kepala Unit Kecelakaan Lalu Lintas Satuan Wilayah Jakarta Timur, Ajun Komisaris Polisi Agung Budi Leksono, di Jakarta, Jumat 4 April 2014.
Agung menjelaskan, saat kejadian itu, Edy sempat kehilangan kendali dan menabrak pejalan kaki bernama Udin Sinaga. Saat itu Udin yang berada di sisi kiri jalan bagian belakang langsung terhempas ke kanan jalan dan terjatuh dalam keadaan tengkurap.
"Motor korban terseret sejauh 10 meter dan korban juga jatuh dalam posisi tengkurap," ungkap Agung.
Udin mengalami luka robek pada bagian belakang kepala itu langsung ditolong oleh salah satu saksi Turmudin yang bekerja sebagai penjual ikan. Setelah menolong Udin, Turmudin langsung menolong korban.
Sementara itu, Rizki pengemudi Honda Jazz yang diduga menabrak korban hingga tewas telah diperiksa penyidik. Dia mengatakan bahwa lokasi kejadian di Jalan Alu Alu, Rawamangun, Jakarta Timur, adalah jalan yang biasa dilintasinya untuk menuju ke sekolah di kawasan Kelapa Gading. Namun saat ditanyakan mengenai dugaan tabrak lari itu, Rizki menampik.
"Pengakuan dia, tidak tahu apa-apa dan tidak merasa menabrak," kata Agung.
Bahkan hasil pengecekan di Tempat Kejadian Perkara (TKP), tak ada bekas tekanan ban atau mobil yang mengerem. Mobil yang dibawa Rizki kondisinya normal.
"Kendaraan Jazz kondisi mulus tidak ada benturan. Bahwa unsur utama laka harus ada bekas benturan, tapi ini tidak ada benturan atau lecet," ujar Agung.
"Pengemudi sepeda motor (anggota dishub-red) ini diduga kurang hati-hati dan kurang konsentrasi saat mengemudikan sepeda motornya," ujar Kepala Unit Kecelakaan Lalu Lintas Satuan Wilayah Jakarta Timur, Ajun Komisaris Polisi Agung Budi Leksono, di Jakarta, Jumat 4 April 2014.
Agung menjelaskan, saat kejadian itu, Edy sempat kehilangan kendali dan menabrak pejalan kaki bernama Udin Sinaga. Saat itu Udin yang berada di sisi kiri jalan bagian belakang langsung terhempas ke kanan jalan dan terjatuh dalam keadaan tengkurap.
"Motor korban terseret sejauh 10 meter dan korban juga jatuh dalam posisi tengkurap," ungkap Agung.
Udin mengalami luka robek pada bagian belakang kepala itu langsung ditolong oleh salah satu saksi Turmudin yang bekerja sebagai penjual ikan. Setelah menolong Udin, Turmudin langsung menolong korban.
Sementara itu, Rizki pengemudi Honda Jazz yang diduga menabrak korban hingga tewas telah diperiksa penyidik. Dia mengatakan bahwa lokasi kejadian di Jalan Alu Alu, Rawamangun, Jakarta Timur, adalah jalan yang biasa dilintasinya untuk menuju ke sekolah di kawasan Kelapa Gading. Namun saat ditanyakan mengenai dugaan tabrak lari itu, Rizki menampik.
"Pengakuan dia, tidak tahu apa-apa dan tidak merasa menabrak," kata Agung.
Bahkan hasil pengecekan di Tempat Kejadian Perkara (TKP), tak ada bekas tekanan ban atau mobil yang mengerem. Mobil yang dibawa Rizki kondisinya normal.
"Kendaraan Jazz kondisi mulus tidak ada benturan. Bahwa unsur utama laka harus ada bekas benturan, tapi ini tidak ada benturan atau lecet," ujar Agung.
- 1Sekolah Indonesia di Kuala Lumpur doa bersama jelang UN
- 2Festival "kue bulan" hadir di Jakarta
- 3BI: masyarakat jangan panik berlebihan terhadap pelemahan rupiah
- 4Pemprov DKI suntik modal Jakpro Rp7,7 triliun
- 5PT MRT: mesin bor terowongan tiba di Jakarta
- 6Sys NS sarankan SBY berkiprah di tingkat internasional





