News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi

(IANnews.id)
JAKARTA, PT Solo Manufaktur Kreasi, pengembang mobil Esemka, tak mempermasalahkan adanya nota kesepahaman (MoU) antara produsen mobil asal Malaysia Proton dengan PT Adiperkasa Citra Lestari (Adiperkasa). Walaupun nantinya kerja sama itu dapat bermuara pada mengembangkan dan produksi mobil nasional (mobnas), Esemka mangatakan siap bersaing.
"(Esemka) Siap (bersaing), enggak ada masalah dan kita support temen-temen yang mau kembangkan mobil nasional," ujar Humas PT Solo Manufaktur Kreasi Budhi Martono saat di hubungi Redaktur, Jakarta, Minggu malam (8/2/2015).
Budhi menilai semakin banyaknya peminat yang mau mencoba mengembangkan mobil nasional merupakan hal yang positif. Oleh karena itu, produsen mobil asal Solo itu tak gentar berkompetisi menghasilkan produk terbaik.
"Kita kalau bersaing secara pasar ya is oke lah. Dalam arti itu kan mitra kita juga dalam artinya temen-temen seperjuangan memperjuangkan industri otomotif indonesia," kata dia.
Sampai saat ini, Solo Manufaktur Kreasi sudah memproduksi 150 unit mobil Esemka. Bahkan, 150 mobil itu sudah beredar dijalanan di beberapa provinsi seperti di Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, dan Sumatera Barat. Sebelumnya, Proton dan PT Adiperkasa Citra Lestari (Adiperkasa) menandatangani nota kesepahaman (MoU) Penandatanganan MoU itu disaksikan Presiden RI Joko Widodo dan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak di Kuala Lumpur, Malaysia, Jumat (6/2/2015).
Kehadiran Jokowi itu mengindikasikan dukungan pengembangan mobnas Indonesia oleh Proton. Namun, Menteri Perindustrian Saleh Husin membantah hal itu. "Itu sudah salah kaprah, kerja sama itu bukan untuk buat mobil nasional. Itu hanya sekedar kesepakatan antara private to private (B to B) saja, jadi bukan keputusan pemerintah," kata Saleh.
- 1Menteri Koperasi dan UKM: KUR Rp 25 Juta tanpa Agunan
- 2BI: tekanan "administered prices" picu inflasi April
- 3Jasa keuangan ilegal marak, OJK perkuat Satgas Waspada Investasi
- 4Kunjungan Raja Salman, Pertamina Tawarkan Suplai Avtur ke Arab Saudi
- 5Harga minyak dunia bervariasi di perdagangan Asia
- 6Harga emas berjangka turun tajam





