- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi

Mataram, Nusa Tenggara Barat - PT Pelabuhan Indonesia III Persero segera membangun Pelabuhan Gilimas di Kecamatan Lembar, Kabupaten Lombok Barat, untuk memudahkan kapal pesiar-kapal pesiar yang membawa ribuan wisatawan asing ke sini.
General Manager Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III Cabang Lembar, Baharuddin, mengatakan peletakan batu pertama sebagai tanda dimulainya pembangunan akan dilakukan pada 22 Desember 2016.
"Awalnya Presiden Joko Widodo yang akan melakukan peletakan batu pertama, tapi karena jadwal pada Desember begitu padat, akhirnya Menteri BUMN (Rini Soemarno) dan Menteri Perhubungan (Budi Karya Sumadi) yang akan hadir," kata Baharuddin.
Pelabuhan Gilimas dibangun di atas lahan seluas 100 hektare sebagai bagian dari pengembangan Pelabuhan Lembar yang berada di sebelah timur Pelabuhan Gilimas.
Pembangunan Pelabuhan Gilimas juga sebagai bentuk komitmen Pelindo dalam mengembangkan fasilitas kepelabuhanan di NTB.
"Kami menargetkan pada semester II/2018, kapal pesiar sudah bisa sandar di dermaga, tidak lagi menurunkan penumpang di tengah laut kemudian membawa ke daratan menggunakan sekoci," kata Baharuddin.
Pembangunan Pelabuhan Gilimas akan dilakukan dalam empat tahap dengan dana Rp1,2 triliun yang termasuk untuk biaya pembebasan lahan.
Dari total lahan 100 hektare yang dibutuhkan, Pelindo III sudah membebaskan lahan seluas 66 hektare dengan nilai Rp93 miliar.
"Kami masih melakukan sosialiasi dan negosiasi terkait dengan lahan yang belum dibebaskan. Persoalannya masih pada harga yang belum disepakati," tutup Baharuddin.
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2016
- 1Menteri Koperasi dan UKM: KUR Rp 25 Juta tanpa Agunan
- 2BI: tekanan "administered prices" picu inflasi April
- 3Jasa keuangan ilegal marak, OJK perkuat Satgas Waspada Investasi
- 4Kunjungan Raja Salman, Pertamina Tawarkan Suplai Avtur ke Arab Saudi
- 5Harga minyak dunia bervariasi di perdagangan Asia
- 6Harga emas berjangka turun tajam





