News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi
Business
Antisipasi Dampak Ekonomi Corona, Pemkab Sumenep Gelar Pasar Murah
Jumat,2020-04-03,11:31:33

(IANnews.id)
Iannews-Jakarta. Untuk membantu masyarakat kurang mampu akibat dampak Covid-19, Pemerintah Kabupaten Sumenep, Jawa Timur melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) menggelar pasar murah.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sumenep, Agus Dwi Saputra mengatakan, sasaran pada pasar murah ini adalah warga kurang mampu yang tidak termasuk dalam penerima bantuan dari pemerintah.
"Masyarakat penerima program pasar murah adalah warga terdampak yang tidak menerima bantuan, seperti Program Keluarga Harapan (PKH) atau bantuan sembako,” kata dia, di sela-sela kegiatan pasar murah di Pendopo Kecamatan Dungkek, Kamis (2/4/2020).
Ia menyatakan, di pasar murah ini disediakan sejumlah kebutuhan bahan pokok, di antaranya beras lima kilogram, gula pasir dua kilogram, minyak goreng dua kilogram dan kecap.
“Pasar murah ini dilaksanakan sebanyak 30 kegiatan di 27 Kecamatan se-Kabupaten Sumenep, dan setiap kecamatan mendapat jatah 500 paket sembako,” ujar dia.
Diharapkan, dengan kegiatan pasar murah ini, warga Kabupaten Sumenep tidak khawatir, karena ketersediaan kebutuhan sembako selama tiga bulan ke depan tetap aman.
“Masyarakat di tengah-tengah penyebaran virus corona, diharapkan tidak berbelanja berlebihan atau panic buying, namun berbelanja seperti biasa, karena persediaan kebutuhan bahan pokok selama tiga bulan tetap aman,” tutur dia.
Agus Dwi Saputra mengungkapkan, untuk mencegah penyebaran Virus Covid-19 di setiap kegiatan pasar murah, pihaknya tetap melakukan physical distancing atau menjaga jarak di antara warga, bahkan juga menyediakan tempat cuci tangan.
“Pasar murah tersebut dilaksanakan bersama-sama dengan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimka) untuk mengajak masyarakat tetap menjaga jarak, dan mengedukasi agar selalu berpola hidup sehat, salah satunya membiasakan diri mencuci tangan,” pungkas dia. (Yasik/Esha/Fer)
- 1Menteri Koperasi dan UKM: KUR Rp 25 Juta tanpa Agunan
- 2BI: tekanan "administered prices" picu inflasi April
- 3Jasa keuangan ilegal marak, OJK perkuat Satgas Waspada Investasi
- 4Kunjungan Raja Salman, Pertamina Tawarkan Suplai Avtur ke Arab Saudi
- 5Harga minyak dunia bervariasi di perdagangan Asia
- 6Harga emas berjangka turun tajam





